Turunnya Khotam Sulaiman,Pusaka Langit i Turun di Bumi, Sebagai Bukti Kekuasaan Allah & Tanda Fase Akhir Zaman Kian Dekat ,Intip Yuk , Keistimewaannya !
( Gambar Ilustrasi Cincin Khotam Sulaiman Bisa Menaklukkan Bangsa Iblis Serta Dapat Melumpuhkan, Hancur Leburkan Golongan Iblis, Juga Bisa Mengunci Agar Iblis Tidak Dapat Bergerak Ilustrasi Gambar di Buat Oleh Seniman AI )
Dihiasi ukiran indah Kullu Syain Hallikun Illa allah ( Segala sesuatu akan binasa kecuali Allah ) , simbol alam semesta dan kekuatan gaib. Terpancar aura wibawa, yang disegani oleh manusia, jin, dan hewan.
Khotam Sulaiman, bukan sumber kekuatan, melainkan pengingat akan tanggung jawab. Tanggung jawab untuk memimpin dengan adil, melindungi rakyat, dan menjaga keseimbangan alam.
Dengan Khotam Sulaiman, Nabi Sulaiman mampu berkomunikasi dengan hewan, memahami bahasa jin, dan mengendalikan angin. Namun, semua itu digunakan untuk kebaikan, bukan kesombongan.
Khotam Sulaiman adalah simbol kebijaksanaan. Bahwa kekuasaan tanpa kebijaksanaan akan membawa kehancuran. Bahwa kekuatan tanpa kendali akan menjadi malapetaka.
Lihatlah Khotam Sulaiman, dan belajarlah darinya. Jadilah pemimpin yang adil, bijaksana, dan bertanggung jawab. Gunakan kekuatanmu untuk kebaikan, bukan kesenangan pribadi. Karena kebijaksanaan adalah kunci kemuliaan.
Perjalanan meraih Khotam Sulaiman, bukan jalan lurus bertabur bunga. Ia adalah pendakian terjal, penuh liku dan ujian yang menguji batas kekuatan.
Bukan hanya adu otot dan ketahanan fisik, melainkan pertarungan iman melawan keraguan. Jiwa diuji, hati dibersihkan, dan keyakinan dipertaruhkan.
Di setiap langkah, bayang-bayang iblis mengintai, berusaha menghalangi. Bisikan-bisikan menyesatkan, godaan duniawi, dan ketakutan yang menghantui.
Namun, para pencari Khotam Sulaiman tak gentar. Mereka berpegang teguh pada iman, memperkuat jiwa dengan dzikir, dan melawan godaan dengan kesabaran.
Mereka tahu, Khotam Sulaiman bukanlah tujuan akhir. Ia adalah sarana, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, melayani sesama, dan menjaga keseimbangan alam.
Perjalanan meraih Khotam Sulaiman adalah cermin bagi diri sendiri. Mengungkap kelemahan, mengasah kekuatan, dan menemukan jati diri yang sejati.
( Ilustrasi gambar cincin Khotam Sulaiman, tidak hanya bisa menunduk bangsa jin dan juga merintahkan angin ,namun juga bisa memanggil malaikat Allah turun menghadap pemilik cincin Khotam Sulaiman untuk di perintah pemilik Khotam Sulaiman)
Jika kau berani menempuh jalan ini, bersiaplah menghadapi ujian yang berat. Namun, percayalah, di balik kesulitan, ada hikmah yang tersembunyi. Dan di ujung perjalanan, kau akan menemukan kebijaksanaan yang tak ternilai harganya.
Baca Juga:Arti Sebuah Amanah Pusaka Arjuno Sejati Yang di Perebutkan Oleh Banyak Mahkluk ,Baca Yuk Kisahnya !
Baca Juga:Apa Manfaat Buah Pisang Untuk Kesehatan Lambung ? Intip Yuk Apa Saja Manfaatnya ? Cek Saja di Sini !
Khotam Sulaiman bukan sebagai zimat kesombongan , melainkan sebagai dzikir yang di beri bentuk. Khotam Sulaiman adalah amanah bukan sekedar benda , namun banyak hati yang tidak terbuka melihat kebenaran,meski kebenaran berdiri di hadapan mereka.
Mereka menyebutnya kebetulan, padahal itu pintu Rahmat . Mereka menyebutnya besi dan ukiran , padahal itu adalah bahasa langit .
Mereka terlalu sibuk menghitung dunia , hingga lupa bahwa hati mereka telah di tutup oleh dunia itu sendiri.Mata mereka terbuka tetapi batin mereka buta .
Khotam Sulaiman yang di turunkan untuk umat manusia , bukanlah warisan kekuasaan, melainkan bukti kasih Tuhan kepada hambaNya. Ia bukan untuk meninggikan seseorang di atas manusia lain , melainkan untuk merendahkan ego di hadapan keagungan Allah SWT.
Khotam Sulaiman adalah pengingat , bahwa segala kekuatan tunduk pada izinNya. Dan segala doa hanya bergerak karena rahmatNya.
Perlu di ketahui, ketika Khotam Sulaiman melekat di jari seorang hamba yang hatinya bersih dan niatnya lurus ,para malaikat tidak memujinya tapi mendo'akan nya .Dan doa-doa yang ia panjatkan ,bukan di dahulukan karena bendanya , melainkan karena adab dan keyakinannya.
Khotam itu hanya saksi bahwa ia telah berserah . Mereka menginginkan keajaiban tapi ia lupa ketaatan .
Padahal Khotam Sulaiman hanya bekerja pada hati yang mau tunduk , sebelum meminta .
( Ilustrasi gambar Raja Sulaiman ketika meminta penjaga malaikat penjaga cincin Khotam Sulaiman untuk datang membawa cincin Khotam Sulaiman untuk di serahkan kepada pengemban amanah pusaka langit)
Banyak manusia menginginkan manfaatnya tapi tidak mau menanggung amanahnya. Mereka ingin perlindungan , namun enggan memperbaiki hati
Ketahuilah ,bahwa Khotam Sulaiman bukan untuk mereka yang ingin cepat kaya , bukan untuk orang yang ingin berkuasa dan bukan untuk orang yang ingin di puja .
Ia hanya mau melekat pada hati orang yang hatinya telah bersujud , sebelum dahinya menyentuh ke tanah.
Jika manusia menolaknya ,Rahmat Allah SWT tidak berkurang, hanya karena mereka berpaling dari kebenaran.
Sampaikan dengan adab , karena cahaya tidak pernah berteriak . Ia hanya bersinar .
Ketahuilah, bahwa Khotam Sulaiman itu seperti timba dan Rahmat Allah SWT itu seperti sumur yang dalam .Ada manusia yang berdiri tepat di atas sumur , tetapi mati kehausan, karena ia menolak menurunkan timbanya Bukan karena air itu pelit , melainkan karena kesombongan tangannya malas untuk bergerak.
Begitulah, Rahmat Allah SWT itu dekat , tanda - tandanya sudah jelas,namun kalian percaya bayangan dunia dari pada janji langit.Khotam Sulaiman bukan cincin biasa ,ia adalah amanah.
Cincin yang indah , tidak akan bertahan di jalur busuk , jika hatimu penuh iri ,penuh tipu ,penuh keinginan untuk menguasai sesama , maka bukan Khotam Sulaiman yang menolak kalian , tetapi hatimu sendiri yang mengusir. cahayaNya.
Jangan salahkan Allah SWT jika hidupmu gelap, sementara dirimu sendiri mematikan lampu di dalam dadamu.Kalian menolak Khotam Sulaiman karena tidak yakin , tetapi karena takut hidup kalian berubah ,kalian takut jujur ,takut harus meninggalkan maksiat ,takut menjaga lisan , takut harus menundukkan ego .
Kalian ingin tanpa rasa tanggung jawab . Kalian ingin di jaga malaikat , tetapi enggan meninggalkan perbuatan yang membuat setan betah.
Khotam Sulaiman itu seperti tamu agung ,ia tidak mau masuk ke rumah yang kotor dan gaduh .Ia tidak duduk di hati yang sibuk menghina orang lain.Ia tidak bertahan di jiwa mengukur segalanya dengan untung dan rugi dunia.
Jika rumahmu bersih,ia datang tanpa di panggil .Jika hatimu sujud ,Rahmat datang tanpa kalian minta .
Di akhir zaman bukan Allah SWT jauh dari kalian , tetapi kalian yang terlalu jauh dari diri kalian sendiri. Kalian lupa bahwa hati adalah singgasana dan Allah SWT tidak akan menduduki singgasana yang penuh debu kesombongan.
Khotam Sulaiman tidak akan hilang meskipun di tolak ribuan manusia ,ia hanya menunggu satu hati , yang benar -benar siap .
Jika suatu hari nanti,melihat seseorang yang mengenakan Khotam Sulaiman, yang hidupnya semakin rendah hati , semakin lembut lisannya, semakin takut berbuat dzalim, itulah tanda bahwa Khotam Sulaiman itu hidup . Namun jika seseorang memamerkannya sambil merendahkan orang lain ,maka ketahuilah yang mereka pakai hanyalah cincin bukan amanah .Keraguanmu bukan kurangnya bukti, melainkan hatimu terlalu lama bersembunyi.
Engkau berkata , engkau takut salah jalan , padahal yang membuatmu takut adalah kemungkinan jalan itu benar dan hidupmu harus berubah .Orang yang sakit berat , seringkali takut minum obat yang terlalu keras , bukan karena obat itu racun, tetapi karena mereka tahu obat itu akan memaksa penyakit keluar dari tubuhnya.
Begitulah manusia , Khotam Sulaiman bukanlah pemberian ,ia adalah pengobatan yang tidak semua orang siap sembuh , karena sembuh harus meninggalkan kebiasaan lama. Jika kalian ragu itu , karena dosa tapi jika kalian terus ragu sedangkan kebenaran telah mengetuk berulang kali .Maka itu , bukanlah kehati-hatian melainkan penundaan yang di bungkus ketakutan .
Ketahuilah, manusia perahu di ciptakan untuk berlayar , bukan untuk selamanya di peluk ombak kecil di tepi pantai.
Engkau berkata bahwa engkau takut tenggelam , bahwa engkau akan lapuk jika engkau terus diam .
Khotam Sulaiman bukan ombak yang menenggelamkan kalian tetapi layar agar engkau tidak terseret arus dunia.
Engkau takut memiliki Khotam Sulaiman , tetapi engkau tidak takut hidup tanpa hidup tanpa arah.
Engkau takut salah niat , tetapi engkau tidak takut mati dalam keadaan kosong.Engkau takut di bicarakan manusia , tetapi engkau lupa di hadapan Allah SWT semua lisan akan di bungkam .
Bahkan Allah SWT mengutus nabi kepada kalian , bukan malaikat ,bukan simbol,bukan perantara samar , tetapi manusia pilihan dengan mukjizat yang nyata .
Namun apa yang kalian lakukan ? ,sebagian mereka berkata sihir , sebagian berkata gila , sebagian nanti saja . Dan hari ini ketika Allah SWT menurunkan tanda kasihNya dalam bentuk amanah seperti Khotam Sulaiman . Kalian masih berkata ," Aku ragu ,Aku belum waktuku . Jika Nabi saja kalian tolak , sedangkan mukjizat saja kalian sangkal , maka bukan Khotam Sulaiman yang kalian ragukan tetapi panggilan Allah SWT yang kalian hindari .
Allah SWT itu seperti rumah yang pintunya selalu terbuka , Khotam Sulaiman hanyalah tanda di depan pintu jika engkau memilih berdiri di luar sambil terus bertanya," Apakah di dalam aman , maka hujan dunia akan selalu membasahimu , bukan Allah SWT mengusirmu tetapi engkau memilih tidak masuk .
Allah SWT tidak membutuhkan keimananmu , tetapi yang membutuhkan hatimu sendiri . Khotam Sulaiman tidak membuat Allah SWT lebih mulia , tetapi membuat hidupmu lebih selamat . Jika hari ini engkau menolak .
Ingatlah, suatu hari kelak tidak ada lagi penawaran , tidak ada lagi pelantara , tidak ada lagi waktu berpikir , yang tersisa hanyalah pertanyaan," Mengapa dulu,Aku menunda ? ," Cahaya tidak memaksa ,ia hanya hadir , dan siapa yang berpaling , sesungguhnya ia berpaling dari dirinya sendiri .
∆, Ujian Besar Ketika Agama Langit Dan Ghaibb Bertemu , Menanyakan Pemegang Amanah Mustika Suci KHOTAM SULAIMAN.
( Ilustrasi gambar, Dialah Bhikkhu Sama Dirata, yang mengajukan berbagai pertanyaan kepada kami tentang amanah Khotam Sulaiman)
Di dalam mustika itu, terhimpun energi alam semesta, kebijaksanaan para nabi, dan kekuatan iman. Ia bukan hanya perhiasan, melainkan pusaka yang memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa.
Mustika Khotam Sulaiman adalah pengingat. Bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi, dengan tugas untuk menjaga, merawat, dan memakmurkan alam semesta.
Ia adalah simbol kebijaksanaan. Bahwa setiap tindakan harus dilandasi dengan akal sehat, hati nurani, dan rasa tanggung jawab.
Ia adalah bukti kasih sayang Allah. Bahwa Dia selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya, asal kita mau berusaha, berdoa, dan bertawakal.
Lihatlah Mustika Khotam Sulaiman, dan renungkanlah. Bahwa hidup ini adalah amanah, yang harus kita jaga sebaik mungkin. Bahwa kebijaksanaan adalah kunci kebahagiaan. Dan bahwa kasih sayang Allah selalu menyertai kita.
Malam merayap, kegelapan hutan menelan jejak. Kami terus berjalan, memeluk erat amanah suci Khotam Sulaiman. Mustika bercahaya samar, menerangi jalan di tengah kelam.
Namun, kegelapan tak tinggal diam. Makhluk-makhluk iblis muncul, menghadang dengan geram. Mereka menginginkan mustika suci, ingin merenggutnya dari tangan kami.
Kami tak gentar. Amanah ini terlalu berharga untuk diserahkan pada kegelapan. Khotam Sulaiman bukan sekadar batu, melainkan simbol harapan, kebijaksanaan, dan kasih sayang Ilahi.
"Takkan kubiarkan tangan-tangan kotor menyentuh mustika ini!" seru kami, suara bergetar namun penuh tekad. Pertempuran pun pecah.
Cahaya mustika memancar, membakar kegelapan, menghalau iblis. Kami berjuang, bukan hanya dengan kekuatan fisik, melainkan dengan iman yang membara.
Malam semakin larut, pertempuran semakin sengit. Namun, kami takkan menyerah. Amanah ini harus kami jaga, demi masa depan yang lebih baik, demi cahaya yang takkan pernah padam.
( Meditasi membantu menenangkan pikiran yang sibuk dan mengurangi stres serta kecemasan. Dengan memfokuskan perhatian pada objek meditasi (seperti napas atau mantra), kita dapat mengurangi gangguan mental dan mencapai keadaan yang lebih tenang.)
Kami pun melanjutkan perjalanan , ada perasaan aneh ,merasakan ada sesuatu , kami pun menyeru dan berkata ," Keluarlah wahai makhluk, tampakkan wujud kalian ? " Ternyata dua makhluk dari golongan iblis,menghadang jalan kami .
Ia pun menghampiri kami , tunduk dan penuh hormat ,dan bertanya," Sebenarnya Tuan ini siapa ? tanyanya kepada kami .
" Seharusnya saya yang bertanya , siapa kalian? " Kami sebenarnya bukan siapa-siapa ? Namun keberadaan Tuan yang membuat kami tunduk,hawa keberadaan Tuanlah ,' jawabnya dengan tunduk dan rasa takut kepada kami.
" Tunduklah kepada Sang Maha Pencipta, jangan tunduk merendahkan diri dan harga diri kalian , keyakinan kalian, ketakutan kalian sesana makhluk .Saya bukanlah siapa-siapa . Saya hanya manusia biasa,hawa keberadaan yang engkau ucapkan semua itu adalah anugerah dan karunia Allah SWT. Jadi jika engkau menundukkan ego kalian , tundukkan pada Tuhan, bukan kepadaku yang hanya di titipkan dari Tuhan ," ujar Sang Pengemban Amanah. '
Berarti Tuan orang pilihan jika benar yang Tuan sampaikan tadi ," tanya iblis.
" Kau tahu darimana,saya orang pilihan ? ," ujar Sang Pengemban Amanah.
Dari energi Tuan , yang beda dari orang-orang biasa Tuan ," ujar Sang Iblis.
" Kalian adalah salah, Saya bukan orang pilihan , saya hanya manusia biasa yang berjalan di jalan kebenaran ," jawab Sang Pengemban Amanah."
Saya mau tanya , sebelum kalian menyerangku , kalian memiliki niat apa ? Apakah kalian punya keinginan untuk membunuh ? ," tanya Sang Pengemban Amanah.
Kami memiliki niat , bahkan bukan hanya ingin membunuh ,tapi kami ingin melakukan apa saja yang kami inginkan ," ujar Sang Iblis.
" Kenapa niat itu sirna , apakah Ini, hanya kalian berpura-pura saja ? Kelihatan tunduk kepadaku agar kalian mudah membunuhku ," ujar Sang Pengemban Amanah."
Tidak sama sekali Tuan ," ujar Sang Iblis.
" Janganlah, saya di panggil Tuan , panggillah dengan nama biasa perkenalkan nama saya Probo ( nama samaran pengemban amanah ). Cukup panggil saja Probo karena saya makhluk sama seperti kalian.Kenapa kalian mempunyai niat membunuh ? ,"tanya Sang Pengemban Amanah."
Itu adalah menjadi hal biasa ,membunuh ,mencelakai,siapa saja yang lewat di tempat ini . Dan bisikkan kepada manusia agar berbuat jahat Tuan .Itu tugas kami ," ujar Sang Iblis menjelaskan .
" Kenapa kalian memiliki sifat dasar seperti itu ,wahai makhluk? Bukankah dunia ini ada kebajikan dan keburukan ,kenapa engkau memilih keburukan tentang hal itu ? Kenapa engkau tidak memilih di jalan yang benar? Bukankah membunuh makhluk itu perbuatan yang tercela ? Itunya kalian tahu bukan tentang hal ini ? ," tanya Sang Pengemban Amanah."
Iyah ,kami tahu ," jawab Iblis."
" Kenapa prilaku itu tetap kalian jalankan ? tanya Sang Pengemban Amanah.
Karena sebagian energi , untuk kami ," jawab Iblis.
" Janganlah berdusta dihadapanku , karena saya tahu apa yang kau sebutkan itu adalah suatu pembelaan dari diri kalian. Apakah tidak ada yang menuntun kalian di jalan kebenaran? Apakah kalian bersenang-senang menyakiti makhluk untuk kepuasan kalian ? Apakah kalian tidak takut dosa ? ," tanya Sang Pengemban Amanah."
Kami memuaskan diri kami dengan cara kami melakukan seperti itu ," jawab Iblis.
" Bukankah kalian melakukan seperti itu di lubuk yang paling dalam , kalian merasakan sesuatu yang tidak enak . Kalian pasti merasakan sesuatu yang tidak nyaman di hati kalian ,bukan ? ,"tanya Sang Pengemban Amanah."
Iyah ,memang benar setelah kami melakukan kejahatan ,memang ada rasa sedikit ,yang kadang kita pikirkan ," jawab Iblis.
" Itu bukanlah kepuasan tetapi ego dan nafsu diri kalian .Coba perbuatan-perbuatan semacam itu , engkau ganti dengan perbuatan baik', tentunya hal itu akan berkesan di hatimu dan kalian lebih di cintai oleh makhluk-makhluk lain. Bukan malah kalian di benci .Begini wahai makhluk ,Aku perintahkan semuanya agar kalian tidak berbuat buruk lagi , apakah kalian bersedia? tanya Sang Pengemban Amanah."
Kami bersedia,tentu saja kami bersedia ," jawab Iblis.
" Jika kalian melanggar,suatu perintahku akan Aku hukum kalian walaupun bersembunyi di dalam lubang cacing yang paling dalam akan Aku cari ," jelasnya "
Baik , baiklah kami bersedia ," jawab Iblis.
" Berbuat baiklah,dan minta maaflah kepada mereka yang telah engkau sakiti . Sekarang pergilah dari hadapanku," jelas Sang Pengemban Amanah." Baiklah, baiklah ," jawab Iblis, lalu dengan tunduk ia pun berlalu pergi .
Kalau kita kemana mana membawa Khotam Sulaiman seperti ini . Saya merasa lebih hina walaupun saya di sanjung. Saya melihat banyak makhluk tunduk di hadapaku . Saya tetap merasa hina , saya merasa malu kepada Allah SWT, karena saya bukan siapa-siapa. Mereka malah tunduk pada saya .Malu saya ," Sang Pengemban Amanah kepada dua temannya.'
Apakah kalian mendengar sesuatu ?," tanyanya kepada kedua temannya.
Sebentar , dengar seperti suara gemuruh , seperti orang membaca bait - bait mantra yang sulit kita pahami di jaman modern seperti sekarang ini.
Sang pengemban amanah berhenti, merasakan sesuatu yang aneh di udara. "Sepertinya ada seseorang yang sedang membaca mantra," ujarnya, suaranya berbisik di antara pepohonan. "Tetapi... saya merasakan sebuah mantra kebaikan."
Kerutan muncul di dahinya. Mantra kebaikan di tengah hutan yang gelap dan angker? Ini aneh. Kedua temannya saling pandang, waspada.
Tiba-tiba, cahaya menyilaukan menerangi kegelapan. Di tengah cahaya itu, muncullah sesosok biksu, duduk tenang di atas bunga teratai yang bercahaya. Tubuhnya memancarkan aura kedamaian, wajahnya teduh dan penuh welas asih.
Kami terdiam, takjub dan terpana. Siapa dia? Mengapa ia muncul di sini? Pertanyaan-pertanyaan berkecamuk di benak, namun tak ada yang berani bersuara.
Biksu itu tersenyum lembut, seolah tahu apa yang kami pikirkan. Ia mengangkat tangannya, memberi isyarat agar kami mendekat. Hati kami berdebar, antara takut dan penasaran. Namun, aura kebaikan yang terpancar dari dirinya, menenangkan kami. Kami pun memberanikan diri, melangkah mendekat, siap menghadapi apapun yang akan terjadi.
Saat kami berada di depannya ,ia berkata," Duduklah ? Ia mempersilahkan kami bertiga untuk duduk.
" Baiklah Tuan," jawab kami serentak .
" Sebelumnya mohon maaf Tuan , siapakah Tuan ? tanya Sang Pengemban Amanah Khotam Sulaiman.
Diriku adalah Bhikkhu Sama Dirata . Bhikkhu Sama Dirata tanyaku dengan suara lirih.
Iyah, jawabnya , Bhikkhu Sama Dirata.
Semoga semua makhluk berbahagia dalam kesadaran yang benar . Wahai pengemban amanah , siapa namamu ?
Perkenalkan namaku Probo , Bhikkhu ? jawabannya dengan lirih.
" Probo , diriku datang bukan membawa pujian , bukan pula membawa pertentangan , diriku datang dengan keyakinan Buddha Darma untuk memastikan kebenaran dari jiwa suci yang di katakan telah lahir , telah lahir kembali dalam Nirwana. Katakan padaku wahai manusia yang di sebut utusan cahaya . Apakah makna penderitaan bagimu ? Dan kenapa engkau masih menempuh jalan duniawi . Padahal Nirwana menunggu tanpa duka di seberangnya ," tanyanya kepada kami. "
Dante Sama Dirata , ( Dante artinya Yang Mulia ) ,sungguh luar biasa pertanyaan Tuan , laksana kehangatan yang kami rasakan ketika hujan ini menetes kepada diri kami . Sebelumnya ,Saya mohon maaf,apakah benar Tuan ,mempertanyakan kepada saya , karena saya tidak mempercayakan atau saya tidak memiliki keyakinan yang sama seperti Tuan . Apakah Tuan benar' yakin kepada saya ? tanya Sang Pengemban Amanah Khotam Sulaiman.
" Benar ," jawab Bhikkhu sambil menganggukkan kepala perlahan, tanda menyetujui kami untuk berbicara.
Apakah benar Tuan, seorang utusan ? tanya kepada Bhikkhu Sama Dirata.
" Iyaah ,benar sambil mengangguk perlahan.," jawabnya perlahan.
Baiklah,Tuan akan Saya jawab sebisa saya Tuan . Maafkan saya jika saya salah menjawabnya . Penderitaan bukanlah musuh bagi yang mencari kebenaran Tuan . Penderitaan adalah pintu pertama yang di buka oleh tangan Tuhan, agar manusia menoleh ke dalam dirinya sendiri .
Saya tidak menolak Nirwana atau Surga , tetapi saya tidak ingin mencapainya sendirian,Tuan , karena selama masih ada jiwa yang menangis dalam kegelapan . Nirwana bagi saya adalah kesunyian yang belum tuntas," jawabannya.
" Segala yang lahir pasti lenyap , segala yang bergenggam pasti menderita,dan tiada Aku Sejati di balik semua rupa . Jika engkau mengerti hal ini , mengapa engkau masih menggenggam batu pusaka itu dengan cinta . Bukankah segala bentuk kepemilikan adalah belenggu yang menahanmu dari bebasnya Nirwana ," tanya Bhikkhu Sama Dirata."
Allahu Akbar,benar Tuan,tapi batu itu , bukanlah milik saya . Saya tidak menggenggamnya untuk memilikinya . Saya menggenggamnya agar cahaya di dalamnya tidak padam sebelum waktunya.
Dan saya tidak mencintai pusaka ini sebagai benda , melainkan ini sebagai amanah .Ia bukanlah belenggu tetapi cinta adalah jembatan Tuan . Jembatan bagi mereka yang menolak dunia. Mungkin pembebasan adalah tujuan,namun bagi mereka yang di utus untuk menjaga dunia .
Pembebasan sejati adalah kembali , bukan berhenti,Tuan ," jawab Sang Pengemban Amanah Khotam Sulaiman.
( Mengembangkan Welas Asih (Compassion): Meditasi metta (cinta kasih) membantu mengembangkan perasaan welas asih terhadap diri sendiri dan orang lain. Dengan melatih cinta kasih, kita dapat mengurangi kebencian, kemarahan, dan prasangka, serta meningkatkan hubungan kita dengan orang lain )
" Engkau menjawabnya seperti Avalo Kiteshvara , tetapi engkau berjalan seperti raja Sulaiman . Tidakkah engkau takut,belas kasih tanpa kebebasan akan menjadi keterikatan baru yang halus . Dan kebijaksanaan tanpa pelepasan akan menjadi keangkuhan yang tersamar ," tanya Sang Bhikkhu Sama Dirata.
Lakaula Wa Kuata Illa Billah, Tuan ,apakah yang dimaksud Tuan ,itu subhat atau sesuatu yang samar . Begini ,Tuan ,kasih tanpa kebijaksanaan memang buta ,tapi kebijaksanaan tanpa kasih atau mahabbah hanyalah kehampaan yang dingin. Saya berjalan di antara keduanya ,sebab bumi ini ,tidak bisa di selamatkan oleh pikiran yang kosong dan juga tak bisa di peluk oleh hati yang kering. Saya memiliki jalan tengah, bukan untuk menolak dunia ,bukan pula untuk menenggelamkan di dalamnya , melainkan untuk menyadarkan dunia , agar mengenal Tuhan yang satu lewat setiap detak kehidupan yang fana ," jawab Sang Pengemban Amanah Khotam Sulaiman.
" Mungkin benar, kata-katamu , wahai manusia yang membawa amanah . Mungkin engkau pejalan yang bukan mencari Nirwana , tetapi tangan yang membawa Nirwana turun ke bumi. Bila demikian adanya maka jalanmu , bukan jalan para Bikku , melainkan jalan para Budhisatwa yang menunda Nirwana,demi membawa cahaya bagi yang belum terbangun ."
Dan yang mungkin Tuan , pada akhirnya jiwa ,apa yang Tuan , sampaikan itu Budhisatwa , yang lupa bahwa mereka berjanji untuk kembali . Keheningan panjang menyelimuti keduanya , hujan yang tipis turun seperti bunga Kamboja yang jatuh dari langit. Bukankah seperti itu? tanyanya kepada Bhikkhu Sama Dirata.
" Ia pun menimpalinya dengan mengganggukan kepala perlahan dan pelan tanda ,ia setuju dengan penjelasan Sang Pengemban Amanah Khotam Sulaiman. "
Syahdu , syahdu, syahdu, engkau tidak hanya menjawab pertanyaanku Probo, engkau menenangkan keraguanku . Apakah engkau masih memiliki Aku , wahai pengemban amanah ?
Maksudnya Tuan ," tanya Probo .
" Engkau berbicara kasih dan amanah , tentang tidak memiliki, namun menjaga . Namun katakanlah padaku dengan kejujuran yang melewati kabut ego . Apakah engkau masih merasa bahwa ada engkau yang menjaga ,ada engkau yang mencintai ,ada engkau yang memilih jalan tengah ? Bukankah Sang Buddha telah bersabda," Ini bukanlah diriku ," bila demikian bagaimana engkau berbicara atas dirimu . Sementara engkau telah mengakui bahwa engkau telah melebur dengan kehendak ILLAHI
Tidakkah yang menyebut dirinya utusan penjaga atau pengemban amanah masih terikat pada bayangan. Aku yang harus ,yang menolak lenyap walau dalam cahaya kebenaran ," tanya Bhikkhu Sama Dirata.
Benarlah Buddha berkata ," NAME SO ATTA , Inilah bukan diriku .Ini berarti Sang Buddha mengakui bahwa Dia bukanlah Tuhan . Saya tidak pernah menyebut bahwa saya utusan. Saya tidak pernah berkata saya telah melebur dengan kehendak ILLAHI , Tuan . Namun saya berkata ,Saya hanya menjaga suatu amanah .Begini jika Saya berkata ,saya telah lenyap maka yang berkata itu masihlah Aku . Jika Saya berkata bahwa saya masih ada maka telah menentang hakekat kefanaan .Maka yang bisa saya lakukan hanyalah diam di antara keduanya . Tidak mengadakan , tidak mengakui ,karena saya ini hanyalah jembatan bukan tujuan. Dalam jalan para Nabi dan para Wali kami menyebutnya amanah diri .Tubuh ini di pinjaman , lidah ini di pakai,hati ini menjadi cermin ,bahkan napas ini harus di kembalikan bagi kehendak yang lebih tinggi . Bila Tuan berkata tidak ada Aku ,maka Aku menjawab itu sangatlah benar Tuan ,tapi bila dunia berseru tolonglah kami . Saya tidak bisa menjawab , tidak ada Aku , karena cinta itu membutuhkan alat dan alat itu di sebut Aku ,Tuan .
";Indah sekali engkau berbicara, wahai engkau yang telah menempuh dua samudra , samudera kasih dan samudera pengetahuan ,tapi ingatlah bahwa cinta bisa menjadi rantai yang halus , jika tidak di lepaskan pada waktunya . Lihatlah pada ajaran kami ,para Bikku meninggalkan rumah , meninggalkan nama, bahkan meninggalkan suara mereka sendiri, agar tidak ada lagi yang mengatakan ," Aku memberi atau Aku mencinta ," karena setiap bentuk yang memberi ,masih menyisakan pemberi ,masihlah bayangan dari dualitas .
Maka diriku bertanya kembali ,bila semua lenyap ,siapa yang tersisa untuk mencinta
Bila tiada diri .,dari manakah datangnya welas asihmu ," tanya Sang Bikku Sama Dirata.
Allahu Akbar,dari tiadanya diri muncullah kasih yang tiada terbatas,Tuan . Selama masih ada Aku yang mencintai , kasih itu masih bersarang ,tapi ketika Aku itu lenyap ,kasih itu menjadi milik semesta . Kasih itu ,Tuhan itu sendiri,Tuan . Dalam keheningan,saya belajar bahwa lenyapnya diri , bukan berati lenyapnya kasih tapi lahirnya kasih yang murni , karena tak lagi bersumber pada keinginan.
Maka saya tidak menghapus Saya sepenuhnya tapi menyingkap siapa yang berbicara di balik saya . Dan ketika saya temukan ia , yang berbicara , saya tahu , ternyata saya tidak pernah ada ," jawab Sang Pengemban Amanah Khotam Sulaiman.
" ANNANTA ,tapi berjiwa kasih , engkau bukan manusia biasa,Probo engkau berbicara dengan bahasa Buddha ,namun RUHmu berbicara dengan bahasa Wali ," ujar Bhikkhu Sama Dirata.
( Ya Allah, Sucikan Hatiku Sebagaimana Teratai Yang Tumbuh di Lumpur,kalau di Islam kita mengucapkan cukup," La illha Illa Allah ' , perlu diketahui, bahwa Mantra itu adalah panggilan dari kebijaksanaan , sedangkan dzikir adalah panggilan dari Cinta ,cuma berbeda bahasa saja )
Bukankah seperti itu Tuan , semua bahasa hanyalah jembatan , Buddha,Nabi, Wali , semua menunjuk satu arah keheningan,di mana kasih menjadi wajah Tuhan . Keheningan kembali menyelimuti sesuatu hal yang telah Allah SWT kehendaki ,Tuan .
Dan saya bukanlah siapa-siapa . Saya hanya manusia biasa , Tuan.
" Dalam Darma kami , segala sesuatu berputar dalam Samsara , kelahiran, kematian dan kelahiran kembali , bagaikan roda tanpa ujung . Jiwa selagi masih punya keinginan akan lahir kembali di alam yang sesuai dengan kesadarannya . Lalu katakan padaku Probo , engkau yang membawa cahaya langit Islam . Bagaimana engkau memahami reinkarnasi dalam pandanganmu . Apakah ruh manusia terlahir berulang. Ataukah ia berjalan sekali menuju keabadian ," Bhikkhu Sama Dirata.
Allahu Akbar, Lakaula Wa Kuata Illa Billah,Probopun menghela napas dengan berat ,lalu ia menjawab ," Tuan dalam pandangan Sufi kami tidak menyebutnya reinkarnasi tapi perjalanan ruh , ruh bukanlah makhluk yang mati dan lahir berulang di dunia jasad ,tapi cahaya yang menempuh berbagai tingkat kesadaran ,Tuan nyebutnya tadi apa Tuan , Samsara ,kami menyebutnya Suluk , bedanya Tuan melihatnya sebagai putaran nasib , sedangkan kami melihatnya sebagai pendakian makna . Ruh berjalan bukan terikat dosa atau pun pahala semata , melainkan masih menanggung tugas illahi yang belum selesai ," ujar Probo.
Perbedaan itu hanya pada nama , bukan dalam cahaya . Dalam agama kami ada istilah Ruhul Amanah , ruh yang memikul janji suci di alam sebelum dunia tercipta.
Dalam agama kami Allah SWT pernah berfirman," Allastum Birabikum ', Apakah Aku ini Tuhanmu ? Dan semua ruh menjawab," Balla Sahitna ", benar kami bersaksi , maka sejak saat itu semua ruh membawa amanah, janji untuk mengenal Tuhan melalui jalan yang telah di tetapkan .
Ada ruh yang menepati dalam satu kehidupan ,ada pula yang jatuh ,lalu bangkit , lalu jatuh lagi hingga tugasnya sempurna . Maka kembalinya ruh bukan karena karna tetapi kasih Tuhan yang ingin menuntaskannya . Ia bukan hukuman tetapi peluang penyempurnaan, Tuan ," jelas pemegang amanah Khotam Sulaiman.
" Jadi engkau mengatakan kelahiran kembali bukan lingkaran penderitaan, tapi jalan Rahmat yang memulangkan jiwa ke janji awalnya . Maka apakah dalam pandanganmu , setiap manusia yang lahir kembali , sesungguhnya jiwa yang sedang menepati kesepakatannya dengan Tuhan ? tanya Sang Bhikkhu Sama Dirata."
Subhanallah Wanikmal Wakil ,Iyah , itu benar . Setiap kelahiran bukanlah hukum, tetapi panggilan dari janji lama atau suci . Dalam ilmu hikmah Islam yang saya pelajari , kami mengenalnya itu istilah TANASOK MANAWI yaitu bukan ruh pindah dari tubuh ke tubuh tetapi kesadaran yang lahir kembali dalam berbagai bentuk pengalaman agar ia mengenal hakikat dirinya.
Kadang ruh itu hadir sebagai seorang guru , kadang sebagai murid, kadang datang sebagai seorang yang di uji . Semua bukan pengulangan waktu tapi pengulangan makna, Tuan . Bagi mereka yang melihat dunia dari luar , reinkarnasi seperti perjalanan tubuh , tapi bagi yang menyelam dalam rahasia , reinkarnasi seperti yang Tuan katakan , kembalinya makna ILLAHI, melalui bentuk - bentuk baru yang ia kehendaki, Tuan ," jawab Sang Pengemban Amanah dengan penuh hikmah.
" Maka mungkin benar , wahai manusia pembawa cahaya , reinkarnasi yang kami ajarkan , hanyalah bayangan dari perjalanan yang engkau sebut ,apa tadi , SULUK RUHANI . Dan mungkin Nirwana yang kami cari adalah wajah lain dari Surga yang engkau sebut RIDHO ILLAHI ," ujar Sang Bhikkhu Sama Dirata."
Betul, Tuan, di atas segala jalan ada satu samudera tempat semua arus bertemu . Di sanalah para makhluk,para Bhikkhu , para Nabi, para Wali , para Dewa dan sebagainya , semuanya melebur menjadi jadi satu dalam dzikir yang sama yaitu LA ILLAHA ILLA HUWA , tiada yang ada kecuali DIA ( Tuhan Allah SWT) , Tuan ," ujar Sang Pengemban Amanah.
" Syahdu, Syahdu, Syahdu , Engkau tidak hanya menjawab pertanyaan Aku , Probo , engkau menyatukan dua lautan yang selama ini , kami kira terpisah . Dalam ajaran kami Nirwana adalah pemadaman segala api nafsu dan duka . Di sanalah tiada kelahiran lagi , tiada kematian lagi , hanya sunyi yang abadi . Namun dalam ajaranmu , engkau berbicara tentang Surga tempat yang di penuhi sungai -sungai ,taman yang hijau dan wajah -wajah yang berseri-seri karena melihat Tuhan . Maka diriku , bertanya kepadamu Probo , apakah Nirwana dan Surga itu dua hal yang berbeda atau dua nama untuk satu hakikat yang sama ? Dan kalau keduanya berbeda manakah yang lebih tinggi , Surga yang indah atau sunyi yang tanpa bentuk ," tanya Sang Bhikkhu Sama Dirata.
Di dalam agama dan kepercayaan kami , Surga yang berisi sungai dan cahaya , bukanlah akhir perjalanan tapi bagi jiwa yang mengenal kasih Tuhan . Ia adalah taman bagi mereka yang belajar mencintai kebenaran, namun belum tenggelam dalam samudera keabadiannya . Sementara Nirwana adalah kesadaran yang telah padam dari segala api . Di sanalah tiada lagi penikmat dan kenikmatan , tiada lagi pencari yang di cari Tuhan yang tetap ada , Tuan ," jawab Sang Pengemban Amanah dengan hikmah.
" Maka apakah berarti Surga adalah permulaan dan Nirwana adalah kesempurnaan ? , tanya Bhikkhu Sama Dirata.'
Tidak selalu, Tuan , sebab banyak yang mengejar Surga dengan cinta yang murni,tapi berhenti pada keindahan yang masih berjarak . Dan banyak yang mencari Nirwana tapi kehilangan rasa karena memadamkan kasih . Padahal keduanya bukan untuk di pisahkan , Surga adalah wujud lahir dari rahmatNya , Nirwana adalah hakikat batin dari kehadiranNya .
Dalam ilmu hikmah,kami di sebut Surga adalah fana dalam nikmat , Nirwana adalah fana dalam dzat . Yang pertama menikmati kasih Tuhan dalam wujud , yang kedua lenyap dalam Tuhan tanpa wujud . Namun keduanya bertemu dalam satu titik Ridho Allah. Ridho Allah SWT itu adalah tiada lagi perbedaan antara hamba dengan yang di sembah , tiada lagi kasih dan yang di kasihi , seperti itu Tuan," jelas Sang Pengemban Amanah.
" Dalam Buddha Darma kami berkata," Nirwana tidak di timur, tidak di barat , ia bukan dunia , ia bukan surga tapi lenyapnya dualitas . Kini diriku mendengar kau berkata tentang Ridho Allah. Apakah itu keadaan lenyap pula, ataukah kebangkitan yang lebih tinggi? ," tanya Bhikkhu Sama Dirata."
Ridho adalah kebangkitan setelah lenyap . Jika Nirwana adalah fana , sedangkan lenyapnya diri dalam kesadaran murni, maka RIDHO adalah BAQO ( KEKAL ) hidup kembali bersama Tuhan dengan kesadaran tunggal. Dalam fana tiada lagi AKU , dalam BAQO yang tersisa adalah DIA . Namun kini DIA bernapas melalui aku ,maka orang yang sampai pada RIDHO tidak menghilang dari dunia. Ia justru jadi cahaya bagi dunia . Itulah kenapa para Nabi tidak berdiam di Nirwana tapi kembali ke bumi untuk mengajarkan kasih.
Mereka telah fana dalam Tuhan, lalu hidup kembali sebagai cerminNya di dunia," ujarnya Sang Pengemban Amanah.
" Maka benarlah katamu , wahai Probo, Surga bukan tempat, Nirwana bukan ujung ke-dua hanyalah pintu yang berbeda menuju keheningan yang sama . Dan RIDHO mungkin itulah bahasa Tuhan dalam kasihmu ," ujar Bhikkhu Sama Dirata.
Dan mungkin Nirwana adalah nama RIDHO dalam bahasa Tuan , yang beda hanya lidah manusia tapi yang mereka cari adalah DIA yang sama , yang tak berawal ,tak berakhir ,yang menjadikan duka sebagai keluh dan sunyi sebagai tempat pertemuan , bukanlah begitu,Tuan ? tanya Sang Pengemban Amanah.
" Sungguh, sungguh engkau bukan pengemban amanah bumi , engkau adalah jembatan antara dua samudera . Samudera kebijaksanaan timur dan samudera Tauhid barat . Apakah kebahagiaan tertinggi itu berada di tempat atau di dalam kesadaran ? ," tanya Bhikkhu Sama Dirata."
Syahdu, syahdu, syahdu, wahai Probo engkau telah menyeberang dari pantai lahiran menuju lautan kebijaksanaan . Engkau bukan lagi pencari tetapi pembawa jalan . Dan malam ini diriku melihat dengan mata Darma , bahwa Nirwana telah menitipkan anugerah padamu dalam bentuk batu mustika suci Khotam Sulaiman . Batu itu bukanlah sekedar benda melainkan puncak kesadaran yang mengkristal . Ia adalah bentuk yang paling halus dari cipta Niruta , batin yang telah padam dari duka dan lahir kembali sebagai cahaya Welas Asih .
Engkau, Probo telah menerima mustika yang bukan hanya simbol kekuatan , tetapi tanda dari Nirwana itu sendiri.
" SAMBE SATTA BAVANTU , SUKTATA ,"
Segala makhluk semoga bahagia dalam jalan menuju kebebasan sejati . Segala sesuatu yang terbentuk akan musnah , hanya kebenaran, kesadaran yang tidak lahir dan tidak mati .
Probo , batu yang engkau genggam itu adalah permata dari kesadaran Buddha yang sejati. Ia tidak di cipta , ia di temukan, tidak di buat oleh tangan manusia .
Ia adalah pemberian dari Nirwana , lahir dari cahaya tanpa bentuk yang ingin menyentuh bumi. Maka jangan ia anggap benda . Ia adalah Satvaa , makhluk yang membawa tekad yang agung , untuk menanggung penderitaan dunia dan menggubahnya menjadi kebebasan.
Engkau kini menjadi jalan bagi penderitaan itu untuk menemukan Nirwana , karena sesungguhnya penderitaan yang tidak di tolak akan menjadi jembatan kebebasan yang sejati.
Wahai pemegang amanah Khotam Sulaiman, ingatlah ajaran yang di sampaikan dari guru ke murid dalam kesunyian. Penderitaan adalah sebab dari pencerahan . Mereka yang lari dari derita , hanya berpindah dari bayangan ke bayangan . Tapi mereka yang memeluk derita Welas Asih akan melihat di dalamnya bunga Padma ( bunga Teratai) yang mekar dari lumpur .
Wahai Probo, dalam kata Hoom Padma Hum , terkandung makna bahwa permata kebijaksanaan hanya dapat lahir dari teratai Welas Asih ( Kasih Sayang) , Padma yang tumbuh di lumpur kehidupan .
Engkau kini adalah Padma itu , bunga yang mekar di tengah derita umat . Maka jangan hindari kesedihan dunia ,bawa ,bawalah kesedihan dunia itu masuk ke Nirwana agar duka menjadi guru bukan belenggu.
Berbahagialah, engkau wahai Probo , yang di pilih bukan untuk lari dari dunia ,tapi untuk menyembuhkan dunia dengan keheninganmu . Engkau di lahirkan bukan untuk menikmati nirwana , tapi untuk menjadi jembatan untuk antara penderitaan dan Nirwana.
Setiap langkahmu , setiap napasmu akan menjadi doa bagi mereka yang tersesat dalam Samsara , maka jadikan batu bukan hanya simbol Kuasa tapi wadah Welas Asih . Ketika penderitaan datang kepadamu , jangan tolak tapi ucapkan dalam hati ," Aku menerima penderitaan ini sebagai jalan belas kasih ," ketika engkau menghadapi kebencian dzikirkan dalam jiwamu ,Etam Sambaloka Sukita Bavantu, semoga semua makhluk berbahagia dan ketika engkau merasa sendirian genggamlah mustika itu di dadamu dan dengarkanlah suaranya yang berbisik , Aku bukan batu ,Aku kesadaranmu yang telah kembali ke Nirwana .
Maka berbahagialah, Probo engkau telah menjadi, Upasaka Nirwana Dara , penjaga Nirwana di dunia fana
Wahai Probo, Nirwana telah menitipkan anugerahnya kepadamu . Engkau kini bukan hanya manusia yang hanya membawa cahaya, tetapi cahaya yang telah menjelma menjadi manusia.
Baiklah, wahai Probo tugasku telah selesai dan kini waktunya diriku kembali ke tempatku Jagalah dengan baik, bersihkan hatimu ," ujar Bhikkhu Sama Dirata di akhir pembicaraan sebelum ia pergi meninggalkan kami tersisa hanyalah keheningan dan dinginnya malam.
Baca JugaKenali Daun Stevia Pemanis Alami Pengganti Gula ,200 Kali Lebih Manis di Banding Gula ,Intip Yuk Manfaatnya di Sini !
∆. Wejangan Syekh Maulana Maghribi Bagi Pemegang Khotam Sulaiman.
( Ilustrasi gambar, Syekh Maulana Maghribi,lagi memberi wejangan kepada para muridnya, gambar di buat oleh Seniman AI @ 2026 )
Batu Sulaiman( Khotam Sulaiman ) yang agung, yang selama berabad-abad ,ia telah menjadi legenda, kini telah di turunkan kembali kepada umat manusia.Bukankah kalian telah melihat tanda -tandanya? Bukankah kalian menyaksikan amanah langit,kini telah menyentuh bumi , melalui tangan -tangan yang di pilih oleh Allah SWT.
Namun mengapa wajah kalian masih mengabaikan ,hati kalian masih hampa dan lidah kalian masih pelit mengucap Alhamdulillah ,di beri hidup,di beri penglihatan,bisa berucap bisa berjalan kalian tidak mensyukuri nikmat .
Apalagi dengan turunnya batu Khotam Sulaiman , apakah kalian sibuk menghitung dunia , sibuk mencari makan untuk esok . Apakah kalian ingin melihat surga dulu baru bersyukur?
Batu Khotam Sulaiman bukan sekedar pusaka , bukan pula simbol kebesaran manusia , yang di dalamnya tersimpan rahasia penghubung
antara dunia malaikat, manusia dan alam ruh . Batu itu turun bukan untuk di sembah , melainkan untuk menguji manusia,siapa yang memiliki hati suci untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, tanpa pamrih.
Dan barang siapa yang memandangnya dengan hawa nafsu ,maka batu itu akan menjadi beban yang menghancurkan, namun barang siapa yang memandangnya dengan rasa syukur maka batu itu akan menjadi cahaya yang menuntun .
Allah SWT turunkan batu ini bukan hanya ingin menunjukkan keajaiban , tetapi untuk membangun rasa syukur dalam jiwa manusia, karena jika manusia lupa bersyukur bumi menjadi keras , rezeki menjadi sempit dan hati menjadi gelap.
Allah tidak menahan rezeki , karena ia pelit tetapi hambanya tidak lagi memantulkan cahaya langit.
Ketika kalian bersyukur bumi akan menumbuhkan rahmat ,air akan menjadi berkah , udara dzikir dan api akan menjadi pelita.Namun jika kalian kufur seluruh alam akan bersekongkol untuk menegur kalian dengan musibah ( banjir).
Nikmati yang tidak di syukuri akan pindah yang lebih ikhlas. Inilah hukum langit yang tidak bisa di tawar , bahkan Allah berfirman," Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambahkan nikmat kepadamu, tetapi jika kamu kufur sesungguhnya azabku sangat pedih ."
Jika kalian mengganggap batu , hanyalah benda ,maka kalian akan kehilangan makna ,tapi jika kalian melihatnya sebagai cermin kebesaran Allah SWT maka kalian telah membuka satu gerbang rahasia dari ilmu Wali Allah SWT .
Banyak di antara kalian,masih ragu dan keinginan untuk menguji , padahal rasa syukur itu tidak tumbuh dari tanah dari hati yang lalai dan ingkar nikmati.
Syukur itu hanya tumbuh di tanah yang lembut dan di sirami dengan ridho dan di terangi oleh ikhlas.
Jika kalian ingin hidup penuh berkah maka belajarlah untuk bersyukur meski tidak mengerti atau tidak di mengerti oleh dunia.Syukur bukan benda, bukan sekedar ucapan tapi tindakan, pengorbanan dan keikhlasan .
Ketika engkau menahan sesuatu untuk diri sendiri ,itu bukan syukur,itu di namakan ketamakan tapi ketika kalian memberikan sesuatu yang kalian cintai di jalan Allah SWT itulah puncak syukur sejati.
Batu Khotam Sulaiman adalah titipan untuk menghidupkan kembali kesadaran manusia , namun cahaya batu itu hanya akan terus menyala jika kalian menjaga amanahnya dengan amal jariyah.
Kenapa Khotam Sulaiman di maharkan bagi yang layak memegang amanah?
Bukan karena harta,bukan karena kalian di tunjuk untuk membangun taman Ruhani ,dimana ilmu langit akan tumbuh di bumi yaitu dengan amal jariyah.
Selama batu itu di simpan ,ia hanyalah benda ,tapi ketika batu itu di amanahkan untuk amal jariyah ,untuk kalian membangun pondok , membangun masjid dan lain-lain maka ia akan menjadi energi amal yang mengalir sampai akhir zaman.
Setiap santri yang belajar Al Qur'an, setiap anak yang belajar mengenal Allah SWT, setiap air mata taubat yang menetes di sajadah pesantren, semua akan mengalir kembali kepada kalian semua, sebagai cahaya yang tidak pernah putus .
Barang siapa bersyukur , maka ia akan memberi , karena rasa syukur yang sejati, akan selalu mendorong seseorang untuk berbagi . Syukur yang di simpan akan mati ,tapi syukur yang di keluarkan akan menjadi keberkahan .
Jangan takut kehilangan, karena memberi atau memaharkan , karena Allah SWT tidak pernah menipu dalam janjiNya.
Setiap satu biji kebaikan akan tumbuh tujuh ratus kali lipat,dan jika itu di gunakan untuk membangun rumah ilmu, pesantren atau masjid , maka Allah SWT sendiri yang akan penjaganya.
( Ilustrasi gambar Syekh Maulana Maghribi ketika masih muda mengajar para santri untuk belajar agama Islam, gambar di buat oleh Seniman AI)
Lihatlah,bahwa Khotam Sulaiman bukan sekedar pusaka , tetapi panggilan dari langit.Jangan tunggu bumi menegur kalian ,baru kalian sadar . Syukuri nikmat ni dengan amal nyata , bukan hanya sekedar kata-kata.
Jika kalian memaharkan batu itu , kalian tidak kehilangan,tapi sedang menukar benda dunia uang yang fana dengan amal abadi , karena dari mahar itulah akan lahir tempat amal jariyah , tempat anak-anak belajar, tempat Zakir berdzikir, tempat ruh-ruh yang haus kembali mengenal Allah SWT dan kelak di akhirat berdiri di hadapan Allah dan batu akan berkata," Ya Allah ,Aku telah bersaksi bahwa pemilikku tidak menyimpanku untuk dunia tetapi untuk menghidupkan ilmu .
Sekarang pejamkan mata kalian ,dan bisikan dengan lembut," Ya Allah jika dengan batu ini engkau , ingin membangunkan ladang amal jariyah ,maka jadikan Aku bagian tanganMu yang bekerja di bumi ," rasakan biar hatimu bergetar dan rasakan kehangatan dari cahaya syukur , itulah tanda bahwa RUHmu mulai merasakan panggilan langit.
Jika RUHmu tidak bergetar berarti RUHmu tidak peka panggilan langit menjadi orang-orang yang merugi .
Amal jariyah kalian seperti mata air , yang tidak akan pernah kering yang memilki batu Khotam Sulaiman ,maka bersyukurlah bukan karena memiliki tapi karena kalian di beri kesempatan untuk memiliki dan memaharinya.
Inilah doa malaikat bagi pemegang Khotam Sulaiman,"Ya Allah limpahkanlah rahmatmu kepada hamba yang engkau izinkan memegang Khotam Sulaiman , jadikanlah ia sumber kentraman bagi bumi dan manusia , sebagaimana engkau menjadikan cahaya sebagai penerang hati para makhluk-makhlukMu .Ya Robb , saksikanlah setiap langkah pemegang batu Khotam Sulaiman ini , agar langkahnya tidak keluar dari jalanMu . Jadikanlah setiap napas , tasbih , setiap pekerjaannya sedekah dan setiap gerak tangannya ladang amal yang tak pernah berhenti mengalir.
Wahai dzat yang mengetahui segala isi hati , lindungi pemegang Khotam Sulaiman ini dari riya' dan tamak . Jadikan ia tidak tergoda oleh dunia dan biarkan hatinya berputar di sekitar Engkau.
Wahai yang maha kekal ,Ya Nurul Anwar, jadikan pemegang amanah Khotam Sulaiman ini pewaris hikmahMu . Bukalah hatinya untuk memahami bahasa langit dan bumi ,agar menjadi penafsir tanda-tandaMu di segala dimensi ciptaanMu
Ya Wahab , berlatihlah Pemegang Amanah Khotam Sulaiman ini agar dari tangannya mengalir rezeki dari banyak makhluk .
Jadikan ia bukan pengumpul tetapi penyalur RahmatMu di bumi.
Ya Qoiyyu Ya Qoiyyum ,tiupkan kehidupan baru bagi jiwa Pemegang Khotam Sulaiman ini , agar setiap napasnya menjadi dzikir dan setiap detak jantungnya menjadi panggilan cinta kepadaMu
Ya Robbal Allamin, bila waktunya datang bagi pemegang Khotam Sulaiman ini , untuk kembali kepadaMu ,maka cabutlah ruhnya dalam keadaan tersenyum , dalam keadaan engkau ridho kepadanya dan ia ridho pada takdirMu .
" Ya Allah , dengan kekuasaanMu yang meliputi langit dan bumi . Jadikanlah pemegang Khotam Sulaiman ini penjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat . Sucikan hatinya sebagaimana engkau menyucikan para nabi . Berikanlah kepadanya kemampuan untuk menegakkan keadilan ,menebar kasih dan menjaga rahasia alam , sebagaimana engkau menjaga rahasia -rahasia Arsy-arsyMu
Jika ia menyalurkan pusaka ini untuk amal dan ilmu ,maka catatlah ia dalam golongan WaliMu yang engkau cintai .Amin Ya Robbal Allamin."
Itulah doa malaikat yang di panjatkan,bagi pemegang amanah Khotam Sulaiman .
Wahai pemegang amanah Khotam Sulaiman , jangan takut pada dunia , karena langit sujud bersamamu , jangan khawatir kehilangan , karena Allah SWT sendiri yang akan menjagaNya.( Jangan jadi manusia tolol, jangan jadi manusia bodoh, jangan jadi manusia yang merugi)
( Ilustrasi Gambar Cincin Khotam Sulaiman, amanah yang yang di titipkan oleh langit di fase akhir zaman, untuk manusia, bahwa Allah SWT masih menurunkan rahamatnya )
∆ Wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga Bagi Pemegang KHOTAM SULAIMAN.
Lalu apakah diriku pantas menerimanya ? Sesuatu yang agung cahaya langit , sedangkan dosaku bertumpuk bagai gunung dan bagaimana Aku harus bersyukur?tanyaku dengan suara lirih.
" Andai kata syukur hanya bagi yang suci tanpa noda maka tidak satu pun manusia yang boleh bersyukur di bumi ini . Syukur bukan hadiah bagi yang sempurna . Syukur adalah pintu bagi yang ingin kembali . Manusia yang sering merasa cukup suci , sering lupa bersyukur ,tapi manusia yang sadar yang dirinya banyak salah , justru lebih mudah sujudnya basah dengan air mata penyesalan.," tegas Kanjeng Sunan Kalijaga."
Ketahuilah, Wahai cucuku ,bukan kurangnya dosa yang membuat seseorang dekat dengan Tuhan Allah SWT ,tapi jujurnya pengakuan bahwa ia tak mampu menghapus dosa tanpa kasihNya . Syukur dalam keadaan dosa adalah dzikir tingkat dewa Ruhani.
Mengapa kalian masih bisa bernafas , padahal dosa kalian tidak sedikit ? ,Mengapa jantung kalian masih berdetak , padahal lidah sering lupa menyebutNya ?
Kenapa Allah SWT belum melepaskan rahmatNya , padahal kalian sering melupakan namaNya , setelah do'a terkabul ?
Itulah bukti Allah SWT, tidak menunggu kalian bersih dulu untuk mencintai.Allah SWT mencintai agar kalian membersihkan diri ,maka bersyukurlah untuk kesempatan yang ke dua . Bersyukurlah karena karena aib kalian masih di tutupi . Bersyukurlah karena pintu taubat belum di kunci.Bersyukurlah, karena walau kalian sering lupa jalan pulang Allah tidak pernah pindah dari arah Kiblat hatimu.
Syukur dalam dosa ibarat luka yang menemukan obat .
Ada manusia yang ingat Tuhan , ketika berdarah.Ada manusia yang bersujud kepada Tuhan, ketika tersungkur. Ada yang menangis ketika kehilangan dan Allah SWT berkata dalam bahasa rahasiaNya ," Tidak Apa Engkau Datang Dalam Keadaan Hancur .'
Yang terlarang adalah tidak datang sama sekali.. Bahkan para Wali pun , mereka bukan suci tanpa dosa ,tapi suci karena tidak putus kembali ketika berbuat dosa.
Jika dosa adalah lumpur , maka syukur adalah air yang membuatnya lunak. Jangan nunggu hati bersih, baru bersyukur , justru bersyukurlah , agar hatimu di bersihkan . Jangan menunggu kalian layak baru bersujud ,bersujudlah agar kalian layak, karena Allah SWT tidak menilai sedikit dosamu , melainkan seberapa jujur engkau saat memohon ampun kepadaNya ( Ilustrasi gambar Sunan Kalijaga sedang memberikan nasehat atau wejangan kepada santri atau muridnya)
Cara bersyukur,meski berlimpah dosa , yang pertama akui ," YA ALLAH SWT,AKU BANYAK SALAH ." karena hati yang jujur yang bisa di sembuhkan .Yang kedua syukuri aib yang masih ,Dia tutup rapat.
Andai saja Aibmu berbau , tidak ada makhluk sanggup duduk di sampingmu.
Yang ketiga syukuri napas yang belum di cabut , itu adalah tanda perpanjangan waktu untuk kembali.Yang ke empat syukuri kesedihanmu yang mengantarkanmu , ingat Tuhan , sebab banyak manusia tertawa tapi lupa rumah pulang.
Dan yang terakhir syukuri dosa yang membuatmu sujud lama , karena sujud orang sombong pendek , sedangkan sujud orang berdosa justru mendalam.
Air penyesalan adalah mutiara syuhufiah , orang alim belum tentu menangis , tapi orang berdosa lalu menangis , nadanya sampai ke Arsy ( langit),maka jika kalian merasa ,"Aku Paling Hina ,". Ketahuilah , bahwa kehinaan itu , justru pintu makrifat .
" Aku tidak pantas di cintai Tuhan , justru yang merasa pantas justru jatuh dalam ujub kesombongan Ruhani.
Aku jauh dari Allah SWT , maka kerinduan yang membuatmu merasa jauh. Sejatinya tanda engkau sedang di panggil , karena orang yang benar-benar jauh dari Allah SWT , tidak merasa rindu kepada Allah SWT.
Jangan takut berlutut karena gemetar , yang di tolak bukan pendosa , yang di tolak adalah pendosa yang tidak merasa berdosa.Kalian boleh salah ribuan kali ,asal kembali jutaan kali.
Kalian boleh jatuh berkali-kali , asalkan sujudmu lebih banyak dari terjatuhmu .
Ingatlah, selalu syukur bukan karena hidupmu sempurna. Syukur karena Tuhan Allah SWT tetap setia, meski engkau tidak .
Diriku Kalijaga hanya menyambung suluk dari yang di atas.Jika diriku mampu meneduhkan hati kalian ,itu bukan karena diriku suci , tapi Allah SWT meminjam kasihNya lewat lisanku .
Sekarang letakkan tangan di dada, rasakan detak yang masih di beri pinjaman . Itulah ayat cinta yang paling nyata dari Tuhan.
Alhamdulillah , Alhamdulillah , Alhamdulillah , segala puji bukan untuk yang sempurna , tapi untuk Tuhan yang tetap mencintai yang penuh dosa .
Wahai, cucuku sudahkah kalian bersyukur hari ini. Jika lidah kalian menjawab sudah, maka diriku bertanya ," Jika syukurmu benar , mengapa Nur yang sering di kirim langit masih sering kalian abaikan?
Allah SWT tidak hanya menurunkan hujan dari langit , Allah SWT juga menurunkan tanda amanah dan isyarat cahaya untuk di jadikan pegangan manusia agar ingat dari mana asalnya.Di antara tanda yang di bicarakan para Wali di majelis para Ruhani , dzikir ulama langit dan bumi adalah Khotam Sulaiman , bukan batunya tapi cahaya amanah di dalamnya.
Setiap hari di langit makrifat ,kami membicakannya , bukan karena benda melainkan karena ia peringatan bahwa Allah SWT masih memandang umat ini.
Banyak manusia memohon untuk di lindungi dari musibah , tapi ketika Allah SWT kirim tanda perlindungan justru mereka ragu .
Banyak manusia ingin di angkat derajatnya tapi ketika Allah SWT titipkan amanah , justru mereka merasa tidak pantas .
Banyak manusia ingin dekat dengan Allah SWT ,tapi ketika Allah SWT bukakan pintu hikmah justru mereka milih pintu dunia.
Maka para Wali menghela nafas dan berkata," Mereka mencari keselamatan di luar , padahal Allah telah letakkan sebabnya di tangan mereka sendiri.
Khotam Sulaiman, bukan sekedar batu ,ia adalah cermin, siapa memandangnya hanya sebagai benda ia dapat benda , siapa memandangnya sebagai amanah,ia dapat kemuliaan.
Siapa yang memandangnya, sebagai jalan Tuhan ,ia di arahkan ke Tuhan ,seperti firman rahasia para Arifin .
Barang siapa yang memegang Khotam Sulaiman hanya dengan tangan ,ia tidak memegang apa-apa ,tapi siapa yang memegangnya dengan syukur dan amanah, semesta turut menggenggamnya.
Syukur tertinggi bukan memuji nikmat , tapi menyadari siapa yang memilihmu Menerima nikmat itu.
Syukur tingkat awam , Alhamdulillah , Alhamdulillah Aku beri syukur tingkat menengah , Alhamdulillah Aku beri syukur tingkat Wali . Alhamdulillah Aku di jadikan amanah bagi yang lain ,maka ketika Khotam Sulaiman sampai ke zaman manusia, sesungguhnya Allah SWT sedang berkata," Masihkah ada jiwa yang mau memikul amanahKu , bukan untuk dirinya tapi untuk menyelamatkan yang lain.
Banyak manusia belum membuka mata batinnya ,buka ia tidak mampu melihat ,tapi karena cahaya lebih terang dari kesiapan hatinya . Mereka menunggu mukjizat besar tanpa sadar mukjizat sudah mengetuk kecerdasan jiwanya.
Mereka ingin di angkat oleh Allah SWT , tapi belum siap menundukkan egonya.
Ia ingin di lindungi oleh langit ,tapi belum mau menjadi perisai bagi bumi .Siapa yang layak menerima cahaya Khotam Sulaiman bukan yang paling sakti atau kuat ,tapi paling bersyukur dengan sedikitnya ia di beri .
Bukan yang paling tinggi ilmunya ,tapi yang paling lembut saat orang lain' tersesat . Bukan yang paling bersih dari dosa , tetapi yang paling jujur mengakui dosanya dan kembali.
Bukan yang paling kuat berzikir , tetapi yang dzikirnya membuat ia menolong sesama, karena Khotam Sulaiman bukan mahkota kekuasaan, melainkan mahkota penghambaan .
Maka wahai manusia,jika kalian terpanggil oleh cahaya Khotam Sulaiman tanyakan pada dirimu," Apakah Aku siap bersyukur tanpa di sombongkan ? Apakah Aku siap menolong tanpa di puji? Apakah Aku siap menjadi penjaga tanpa memiliki? Apakah siap menjadi cahaya , bukan ingin terlihat bercahaya ?
Jika jawaban kalian ," Iyah ,maka sesungguhnya engkau tidak sedang mendekati Khotam Sulaiman ,Khotamlah yang sedang mendekati kalian .
Wahai jiwa yang membaca ini ,atau mendengarkan ini . Jika dada kalian bergetar , bukan karena batunya tapi karena engkau sedang di panggil untuk memikul amanah langit .
Jika air matamu menetes , bukan karena ceritanya , tapi karena RUHmu rindu pulang ketugas mulia yang pernah di janjikan pada Allah.Aku ingin itu , bukan bendanya tapi jika hatimu berkata," Bukan benda yang kamu inginkan tapi kedekatan kepada Tuhan yang kau rindukan.
Baca Juga:7 Manfaat Jeruk Purut Yang Perlu Kamu Ketahui ,Ingin Tahu Banyak ,Cek Saja di Sini ,Baca Yuk !
Jangan lupa simak dan tonton video ," Saat Sang Pengemban Amanah Masuk Dimensi Ghaib Bertemu Nabi Sulaiman As & di berikan Cincin Khotam Sulaiman yang di jaga oleh malaikat di bawah ini :
∆ Kisah Inspirasi Hidupku.
# Pesan & Nasehat Dari Syekh Ahlul Misan Saat Kami Bertemu di Gunung Lawu, Dan Inilah Pesan Bagi Pemegang Khotam Sulaiman
(Gambar ilustrasi Syekh Ahlul Misan keteka menemui kami di lereng gunung Lawu dan memberi pesan bagi pemegang amanah Khotam Sulaiman )
Penjaga timbangan, bukan penentu nilai , cincin itu , banyak manusia menilai , bahwa itu adalah kunci , padahal ia adalah tanda bahwa pintu pernah di ketuk , Khotam Sulaiman bukan logam atau ukiran . Ia adalah janji yang di bungkus bentuk . Ia seperti nama seseorang yang di panggil dengan adab , jika di panggil dengan niat kotor ,ia diam . Jika di panggil dengan kesombongan,ia menjauh .
Jangan kau sangka cincin Khotam Sulaiman itu tunduk padamu , justru engkaulah yang sedang di timbang olehnya.
Khotam Sulaiman seperti cermin yang jujur ,ia tidak mengubah wajahmu . Ia hanya menunjukkan apa yang selama ini kau sembunyikan . Jika engkau memakainya dan hatimu semakin keras , bukan cincin itu yang salah . Jika engkau memakai dan lisanmu semakin tajam , bukan pula itu kekuatannya .
Kau tahu, Khotam Sulaman tidak memberi kuasa,i a hanya mencabut ilusi belaka engkau memilikinya
Lalu kenapa banyak orang yang mencarinya,Syeikh ? tanyanya dengan lirih.
Karena manusia lebih menyukai simbol dari pada perubahan . Lebih sukai memegang benda daripada membersihkan dada .
Khotam Sulaiman seperti benjana air , jika engkau tuangkan ke dalam gelas yang kotor , yang terlihat bukanlah jernihnya air, melainkan kotornya gelas . Maka jangan salahkan air jika rasanya pahit.
Wahai, pemegang amanah, cincin itu bukan untuk di pamerkan . Ia adalah pengingat bahwa engkau telah di awasi oleh niatmu sendiri. Ia membuka mata kembali , orang yang layak memakainya adalah orang yang siap kehilangan segalanya, namun tidak kehilangan adab .
Ia tidak mencari perlindungan, tetapi mencari kerelaan dan ridho Allah SWT, untuk di tinggalkan kalau memang belum pantas.
Jika suatu hari engkau merasa cincin itu tidak bekerja , bersyukurlah, bahwa itu tanda Allah SWT sedang mengajakmu berbicara langsung tanpa pelantara .
Khotam Sulaiman tidak mencari penjaga , ia menunggu hati yang tidak ingin di jaga selain Allah SWT. Jika engkau memahaminya, pakailah dengan takut, jika belum lepaskan dengan hormat . Karena amanah, bukan tentang memiliki melainkan tentang tidak berani untuk mengkhianati
Dengarkanlah dengan hati yang di telanjangi,bukan dengan pikiran yang ingin menguasai , karena apa yang akan Aku sebutkan bukanlah milik bumi dan tidak pula tunduk oleh tafsir manusia.
Cincin Khotam Sulaiman, bukan sekedar pusaka yang di ingat sejarah . Ia adalah rindu lama yang bahkan para utusan langit tidak berani menyebutnya , kecuali dengan tunduk . Ia adalah beban cahaya yang tidak semua makhluk sanggup memikul ,meski tanpa berat .
Ketahuilah,ada cincin yang di ingini manusia , karena kilau . Ada cincin yang di cari raja karena Kuasa. Namun Khotam Sulaiman di rindukan oleh para utusan langit , bukan karena kemampuannya , melainkan adab yang menyertainya.
Cincin Khotam Sulaiman itu bukan sekedar benda , tetapi sebagai perjanjian . Mereka melihatnya bukan di jari Sulaman , melainkan kepada ketundukan yang mendahului kekuasaan , sebab sebelum jin di tundukkan , sebelum angin di perintah, sebelum bahasa mahkluk di buka , namun nabi Sulaiman telah menundukkan dirinya sendiri .
Cincin itu turun tidak untuk mengatur alam , ia turun untuk memastikan bahwa yang mengatur tidak lupa siapa yang mengutus.
Khotam Sulaiman adalah lingkaran yang tidak berujung . Ia mengingkat kekuasaan agar tidak menjadi kesombongan. Ia membatasi kemampuan agar tidak merubah menjadi kedzaliman.
Dan karena itulah para utusan langit memandangnya dengan gentar dan rasa takut . Bukan takut karena cincinnya melainkan , takut karena jika tidak bisa menjaga adab , jika mereka di letakkan pada mereka . Tidak mereka yang kuat di ijinkan memegang Khotam Sulaiman , tidak semua yang suci sanggup memikul nya, karena cincin itu bukan menguji kekuatan , melainkan menguji kesetiaan saat tidak ada yang melihat .
Khotam Sulaiman tidak pernah berpindah tangan , ia berpindah keadaan . Ia tidak memilih jari , ia memilih hati yang tidak ingin di kenal.Ia tidak bersinar untuk mata ,tapi ia bersinar untuk amanah.
Para utusan langit tidak mendambakan nya untuk di miliki. Mereka mendambakannya untuk di pahami. Namun pemahaman,itu sendiri adalah ujian yang berat, sebab siapa yang memahami Khotam Sulaiman, akan memahami betapa kecilnya dirinya di hadapan Allah SWT. Itulah sebabnya cincin itu tidak pernah memanggil , ia hanya menunggu dan yang datang kepadanya , bukan mereka yang berlari, melainkan mereka yang telah berhenti mengejar apapun.
Jika satu jiwa terpilih untuk bersentuhan dengannya ( Khotam Sulaiman) , bukan karena ia istimewa , melainkan ia telah selesai dengan dirinya sendiri. Ia tidak meminta keajaiban , ia tidak mencari penjagaan , ia hanya takut menjadi pengkhianat bagi amanah yang tidak bersuara.
Khotam Sulaiman adalah cincin yang di idamkan langit, namun hanya di titipkan kepada hati yang rela di lupakan bumi . Dan siapapun yang memahami tidak akan pernah berani mengaku bahwa ia memilikinya . Beruntunglah kalian, wahai manusia yang memegang amanah Khotam Sulaman , bukan karena ia akan hidup tanpa luka , bukan karena jalannya akan selalu lapang , tetapi karena hidupnya tidak lagi ,di tentukan oleh ketakutannya sendiri.
Banyak semua manusia mengira kehidupan baik adalah kehidupan yang ringan . Padahal kehidupan baik adalah kehidupan yang tidak lagi membebani jiwa dengan kebohongan terhadap dirinya sendiri.
Pemegang amanah Khotam Sulaiman , tidak di janjikan dunia yang tunduk tetapi di janjikan hati yang tidak tunduk pada dunia. Dan itulah keberuntungan yang tidak dapat di beli , tidak dapat di pelajari dan tidak dapat di wariskan .
Ketahuilah, ketika Khotam Sulaiman , d terima sebagai amanah , maka kehidupan Sang Pemegang mulai di atur ulang tanpa ia sadari . Bukan tidak tambahnya harta , bukan di besarkan nama , melainkan dengan di singkirkan ya hal -hal yang selama ini menyedot cahaya hidupnya.
Apa yang tampak seperti kehilangan , sesungguhnya adalah pelepasan ,apa yang seperti keterlambatan sesungguhnya adalah penjagaan . Dan apa yang terlihat seperti kesunyian , sesungguhnya adalah pemilihan . Pemegang Khotam Sulaiman, berjalan di dunia dengan langkah yang sama seperti manusia lainnya. Namun dengan arah yang tidak di tentukan lagi oleh keramaian . Ia akan berkerja mencinta , berjuang dan lelah , tetapi ia tidak lagi mengandalkan jiwanya demi pengakuan.
Beruntunglah, karena ketika di uji ia tidak bertanya ," Mengapa Aku ? Ia hanya bertanya ," Apa yang harus Aku jaga ? Dan pertanyaan itu menyelamatkannya dari banyak kejauhan yang tidak terlihat.
Hidup pemegang amanah tidaklah selalu mudah ,namun ia selalu bermakna dan makna adalah kekayaan yang tidak pernah habis meski dunia mencabut segalanya.
Ada pula manusia yang hidupnya sederhana , namun hatinya tetap sampai .
Khotam Sulaman tidak menjanjikan keberhasilan menurut ukuran manusia, tetapi menjanjikan keselamatan dari kesesatan yang halus . Pemegang Amanah akan di jaga dari keputusasaan dan keputusan yang seharusnya,ia tidak ambil . Ia akan di jauhkan dari pertemuan yang seharusnya,ia tidak hadiri dan ia akan di pertemukan dengan orang-orang yang tidak selalu menyenangkan , namun menyelamatkan .
Kehidupan pemilik Khotam Sulaiman akan jauh lebih baik dari yang ia pikirkan , karena kebaikan itu tidak lagi di ukur dari apa yang ia dapatkan , melainkan dari apa yang berhasil tidak ia lakukan . Ia tidak terjerumus ,ia tidak melangkah terlalu jauh , ia tidak menukar amanah dengan nafsu sesaat .
Beruntunglah manusia yang memegang amanah Khotam Sulaiman , karena hidupnya mungkin tidak selalu di fahami manusia , namun selalu berada dalam penglihatan Allah SWT .
Dan itulah lebih baik dari segala yang bisa di bayangkan . Sekarang dengarkanlah wahai manusia bukan sebagai hiburan , bukan sebagai pengguat rasa bangga , melainkan sebagai tamparan bagi kalian , manusia yang keliru memandang amanah.
Kalian menyebut Khotam Sulaiman dengan penuh gairah dan lisan ,namun menyimpannya dengan keserakahan niat .
Kalian mengagungkan namanya, namun menghinakan maknanya.
Kalian menginginkan cincinnya, namun menolak adabnya . Kalian menginginkan perlindungannya, namun enggan memperbaiki hati yang justru menjadi pintu bahaya .
Kalian menginginkan kekuatannya, namun tidak sanggup memikul amanah untuk tetap rendah .
Ketahuilah, Khotam Sulaiman , tidak di turunkan untuk memanjakan manusia . Ia di turunkan untuk menelanjangi mereka, untuk memperlihatkan siapa yang mencari Allah SWT dan siapa yang mencari cara agar terlihat di pilih.
Banyak di antara kalian ingin megang Khotam Sulaiman agar di takuti makhluk
Padahal seharusnya kalian takut lebih dahulu kepada amanah itu sendiri.
Kalian ingin di salami cahaya , namun masih nyaman duduk di gelapnya niat .
Khotam Sulaiman tidak pernah gagal bekerja , yang gagal adalah manusia yang menggira amanah bisa di pakai tanpa menggubah diri .
Ketika hidupmu tidak berubah , bukan berarti Khotam Sulaiman itu diam , justru ia sedang bersaksi atas ketidaklayakanmu . Wahai umat manusia, kalian terlalu sibuk bertanya bagaimana cara memilikinya , hingga lupa bertanya ," Apakah diri kalian pantas di titipi ? . Kalian mengukur amanah dengan manfaat , padahal amanah di ukur dengan pengorbanan .
Khotam Sulaiman bukan alat pelindung bagi jiwa yang kotor . Ia adalah penghakiman sunyi bagi hati yang berdusta . Ia tidak menyerang ,ia tidak menghukum , ia hanya membiarkan manusia berhadapan dengan dirinya sendiri.
Celakalah mereka yang memamerkan Khotam Sulaiman, namun lisannya menghunus luka. Celakalah penjaga amanah yang mendamba sembah, bukan ridha-Nya. Celakalah mereka yang memperhias diri dengan pusaka, namun hatinya hampa dari rasa takut kepada Allah.
Khotam Sulaiman tak mencelakakan, namun mereka yang berbohong pada diri sendiri, itulah sumber petaka. Jika hatimu tersentak, itu bukan kekerasan kata, melainkan amanah yang mengetuk pintu hati yang terkunci.
Khotam Sulaiman tak membutuhkanmu, justru kaulah yang membutuhkan keberanian untuk menjadi layak. Diturunkannya pusaka ini, agar kau memahami arti hidup, arti amanah yang sesungguhnya.
Maaf jika kata-kataku keras, aku hanya menyampaikan pesan dari beliau.
Baiklah, diriku akan kembali ke tempatku," ucapnya, lalu berpamitan.
"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh."
"Walaikum salam," jawab kami, mengiringi kepergiannya dengan doa. Semoga pesan itu meresap dalam jiwa, membuka hati, dan membimbing langkah kami menuju jalan yang diridhai-Nya.
Baca Juga:Madiun Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Drum Band Tingkat Nasional ,Berlangsung Meriah ,Intip Yuk !
Demikian artikel kali ini , jika pembaca menyukai dengan artikel ini ,jangan lupa untuk subscribe,like dan share agar lebih semangat menyajikan informasi teraktual dan terupdate untuk pembaca setia G-LOVERS semuanya .Thanks so much!
Source: Images liputan , YouTube
( @nh/Nadya)
Penulis : Anis Nurhidayat
Editor : Anis Nurhidayat
Editor Video : Dwi Fitria Bibrik & Anis Nurhidayat .
Reporter: Anna Puspita Dewi
# Make your dream become a reality.
# Make your dream together with GRIYA LOVERS.
#Follow Along With GMAMIL ( Griya Madiun Ngemil ), together for succes,together for glory and grow up to be champion number one .
# New Hope For A Better Future ,SILENCE, BE AWARE, EXECUTE
Jika tempat makan dan produk Anda ingin di reviem oleh "Team Griya Madiun Ngemil" (GMAMIL TEAM )bisa hubungi no WA :08817186302
# Khotam Sulaiman ## Kerajaan Sulaiman #Mukjizat Sulaiman # Raja Sulaiman #Ratu Bilqis
# HANA CARAKA ( Ada Utusan Yang Membawa Tugas Suci )
# DATA SAGALA ( Membawa ,Menjaga Keseimbangan, Kebenaran,dan Hukum )
# PADA JAYA NYA ( Bersatu Dalam Kasih, Kejayaan Dan Keluhuran )
# MANGA THA BAWA ( Membawa Kewibawaan, Keagungan,Dan Penjaga Peradaban)
Tapak Kuntul Mabur: ( Walaupun Kita Berbuat Baik, Jangan Sampai Meninggalkan Jejak )
Pesan Langit , Negeri Indonesia ini hanya akan kokoh dengan tiga pilar,yakni : Kebenaran,Keadilan ,Dan Kasih Sayang ( Welas Asih ).
Comments
Post a Comment